Ada momen dalam hidup yang tidak bisa dijelaskan dengan logika, hanya bisa dirasakan dengan hati. Bagi sebagian orang, momen itu hadir dalam keheningan. Namun bagiku, momen itu justru hadir di tengah alunan musik pujian di gereja
Saat lagu mulai dimainkan, suasana perlahan berubah. Bukan karena tempatnya berbeda, tetapi karena hati ini seperti diajak masuk ke ruang yang lebih dalam—ruang di mana aku bisa benar-benar menjadi diriku sendiri di hadapan Tuhan.

Ketika lirik “Tangguh kulewati segalanya, Roh-Mu kuatkan dan teguhkanku” dinyanyikan, rasanya seperti sedang mengulang perjalanan hidupku sendiri. Ada banyak hal yang pernah terasa berat, bahkan di luar kemampuanku. Namun di balik semuanya, selalu ada kekuatan yang tidak terlihat—yang menopang, menguatkan, dan meneguhkan langkahku. Pujian itu bukan sekadar lagu, tetapi pengakuan iman yang hidup.
Lalu suasana berubah. Musik menjadi lebih lembut, lebih dalam. Saat lirik “Saat kulihat wajah-Mu dan karya tangan-Mu kuterkagum” mengalun, hatiku seperti diajak berhenti sejenak dari segala kesibukan dan kekhawatiran. Tidak ada lagi daftar permintaan. Tidak ada lagi beban pikiran. Yang ada hanyalah rasa kagum… dan syukur yang perlahan memenuhi hati.
Di momen itu, aku tidak sedang berbicara dengan kata-kata panjang. Aku hanya hadir. Dan entah bagaimana, aku merasa Tuhan juga hadir.
Damai yang kurasakan bukanlah emosi sesaat. Ia datang dengan lembut, tetapi begitu nyata. Seolah-olah Tuhan berbisik tanpa suara, mengingatkanku bahwa aku tidak pernah berjalan sendiri.
Melalui pujian, aku belajar bahwa hubungan dengan Tuhan bukan hanya tentang meminta atau memahami, tetapi juga tentang mengalami. Tentang memberi ruang bagi hati untuk berbicara, dan membiarkan Tuhan menjawab dengan cara-Nya yang seringkali sederhana—namun mendalam.
Mungkin itulah mengapa bagian pujian selalu menjadi momen yang paling kunantikan. Karena di sana, aku tidak hanya menyanyikan lagu… aku sedang pulang.
Dan di sanalah, aku menemukan damai sejahtera.
******************************************************************************************
![]()


